Liputan6.com, Jakarta Komisi Pemilihan Umum (KPU) angkat suara terkait polemik bacapres PDIP Ganjar Pranowo di tayangan azan disalah satu stasiun televisi swasta. Komisioner KPU RI, Idham Holik menyinggung soal komitmen menjaga kondusifitas menjelang Pemilu 2024.
“Kami meyakini bahwa segenap pihak dapat jaga situasi sosial politik yang kondusif. Kami meyakini itu, kami meyakini segenap pihak stakeholder pemilu memiliki komitmen untuk tetap menjaga situasi sosial politik pemilu yang kondusif,” kata Idham, kepada wartawan, Senin (11/9/2023).
Lebih lanjut, dia pun mengatakan saat ini belum memasuki tahapan pendaftaran capres dan cawapres. Idham juga mengingatkan bahwa belum memasuki masa kampanye.
Diketahui, masa kampanye akan berlangsung per 28 November 2023 selama 75 hari hingga 10 Februari 2024.
“Saat ini belum ada pendaftaran bacapres dan bacawapres di KPU. Dan saat ini juga belum emamsuki masa kampanye pemilu serentak 2024 yang di mana masa kampanye baru akan dimulai pada 28 November 2023 berlangsung selama 75 hari ke depan berakhir pada 10 Febuari 2024,” tegas dia.
Idham menyampaikan, perihal tayangan azan yang menayangkan Ganjar apakah mengandung unsur politik identitas, dia menyerahkan sepenuhnya kewenangan untuk menilai hal itu kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
“Itu semua merupakan kewenangan dari Komisi Penyiaran Indonesia, yang dimana KPI sepengetahuan kami pernah menerbitkan tentang etika produksi siaran. Jadi itu semua merupakan kewenangan dari KPI,” imbuh dia.
Sandiaga Uno menyatakan Partai Persatuan Pembangunan, PPP, konsisten mendukung Ganjar Pranowo dalam pilpres mendatang. PPP juga menyetujui usulan Komisi Pemilihan Umum, KPU, untuk mempercepat waktu pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden…
https://www.liputan6.com/pemilu/read/5394425/polemik-ganjar-di-tayangan-azan-kpu-singgung-soal-kondusifitas-jelang-pemilu-2024″>Source link